Rabu, 07 Desember 2011

Modul belajar kelas 8 Gerak Pada Tumbuhan

Kemampuan tumbuhan untuk menanggapi rangsang disebut daya iritabilita. Rangsangan itu dapat berupa rangsangan mekanis, misalnya sentuhan. Rangsangan juga dapat berupa cahaya, suhu, air, kelembapan, atau zat-zat kimia.
Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi dua berdasarkan asal rangsangannya. Jika gerak tumbuhan terjadi karena rangsangan itu berasal dari dalam tumbuhan, disebut dengan gerak endonom. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak otonom atau gerak spontan. Sedangkan gerak tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsang dari luar disebut gerak etionom.

A.GERAK OTONOM / ENDONOM
Gerak Otonom / Endonom yaitu gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan atau faktor-faktor yang diduga berasal dalam tumbuhan itu sendiri. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak spontan dari tumbuhan karena tumbuhan melakukan gerakan secara spontan, tanpa adanya pengaruh rangsangan dari luar. Gerak endonom yang paling umum adalah nutasi yaitu gerak ujung batang yang sedang tumbuh atau organ lain seperti daun, stolon, tangkai bunga, dan akar, yang gerakannya membentuk lintasan melingkar di udara. Contoh lainnya adalah gerak rotasi sitoplasma atau disebut siklosis pada sel-sel daun Hydrilla verticillata. Melalui pengamatan dengan mikroskop, gerakan sitoplasma dapat diamati dengan tampaknya gerakan kloroplas.
Gerak endonom yang lain adalah gerak higroskopis. Gerak higroskopis merupakan gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan kadar air di dalam bagian tumbuhan. Contohnya, pecahnya kulit buah polong-polongan (misal flamboyan, lamtoro, turi); pecahnya kulit buah tumbuhan pacar air; membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan lumut dan paku saat mengeluarkan spora.

B.GERAK ETIONOM
Gerak Etionom yaitu gerak yang dipengaruhi oleh adanya rangsang dari luar.
1.Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Rangsang yang mempengaruhi antara lain cahaya, air bahan kimia dan gravitasi bumi. Bagian yang bergerak misalnya cabang, daun, kuncup bunga, atau sulur. Beberapa macam gerak tropisme yaitu sebagai berikut :
a.Fotototropisme adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Contoh, pertumbuhan ujung tunas tanaman selalu menuju kearah cahaya, disebut fototropisme positif. Jika bagian tumbuhan bergerak menjauhi cahaya disebut fototropisme negatif, misalnya gerak ujung akar menjauhi cahaya.
b.Geotropisme adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Contoh, ujung akar tanaman selalu menuju ke dalam tanah, disebut geotropisme positif.
c.Hidrotropisme adalah gerak tumbuhan menuju ke tempat yang lembab. Contoh, arah pertumbuhan akar selain ke dalam tanah juga mengarah ke tempat lembab, disebut hidrotropisme positif.
d.Tigmotropisme adalah gerak membelok atau membelit karena terjadi singgungan. Contoh, sulur markisa dan batang mentimun membelit tanaman lain.
e.Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat kimia. Jika gerakannya mendekati zat kimia tertentu disebut kemotropisme positif. Contoh gerak akar menuju zat di dalam tanah. Jika gerakannya menjauhi zat kimia tertentu disebut kemotropisme negatif. Contohnya gerak akar menjauhi racun.

2. Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak pengaruhi oleh arah datangnya rangsang.
Macam-macam gerak nasti :
a.Termonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya faktor suhu. Contohnya : bunga tulip akan mekar pada musim semi (suhu hangat).
b.Fotonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya pengaruh rangsangan sinar matahari. Contoh : bunga pukul empat akan mekar pada sore hari.
c.Seismonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena sentuhan atau getaran. Contohnya : daun putri malu yang menguncup jika disentuh.
d.Niktinasti adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya gelap. Contohnya : daun tumbuhan turi bila malam hari menutup dan membuka kembali pada pagi hari.
e.Haptonasti merupakan gerak nasti yang terjadi pada tumbuhan insektivor yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Daun pada tumbuhan insektivor, misalnva Dionaea, sejenis tumbuhan perangkap lalat (venus flytrap), sangat sensitif terhadap sentuhan. Jika ada serangga yang menyentuh bagian dalam daun, daun akan segera menutup sehingga serangga akan terperangkap di antara kedua belahan daun.
f.Hidronasti merupakan gerak yang terjadi terhadap keadaan air. Contoh gerak menggulungnya daun padi, dan daun sere (Cymbopogon nardus), jika keadaan kurang air.
g.Nasti Kompleks
Nasti kompleks merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus, seperti karbondioksida, pH, temperatur, dan kadar kalsium. Contohnya gerak membuka dan menutupnya stomata pada daun.

3.Taksis adalah gerak seluruh bagian tumbuhan atau gerak berpindah tempat dari tubuh-tumbuhan yang arah perpindahannya dipengaruhi rangsangan. Jika gerakannya mendekati sumber rangsangan disebut taksis positif, jika menjauhi disebut taksis negative. Sumber rangsangan taksis meliputi cahaya, zat kimia, dan rangsang listrik.
a.Fototaksis
Fototaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsang cahaya
Contoh: alga bersel satu Euglena yang akan mendekati rangsang cahaya
b.Galvanotaksis
Adalah gerak taksis karena rangsang berupa listrik
Contohnya beberapa pada spesies bakteri dapat terjadi galvanotaksis postif dan negative.
c.Kemotaksis
Kemotaksis adalah gerak taksis yang disebabkan oleh rangsang zat kimia.
Contoh : gerak sel spermatozoid tumbuhan lumut menuju sel telur. Kemotaksis positif dapat juga terjadi pada bakteri oksigen yang akan bergerak menuju sumber oksigen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar